Welcome To PMR GAHITA Let's Join Us

Materi UKS: Kesehatan Gigi


A.      Struktur Gigi
Struktur gigi ada 3:
a.    Email adalah bagian terluar dari gigi, meliputi seluruh mahkota gigi atau korona gigi. Email adalah bagian paling keras dari seluruh bagian gigi bahkan lebih keras dari tulang. berwarna putih keabuan.
b.      Dentin adalah lapisan kedua gigi yang terdapat di bawah enamel dan sementum
c.       Sementum adalah penghubung keras yang membungkus akar gigi.
d.      Pulpa adalah lapisan ketiga pada gigi yang terdapat pembuluh daran, pembuluh saraf, dan pembuluh limfe.

B.      Macam-Macam Gigi
a.       Gigi seri : berfungsi unuk memotong makanan
b.      Gigi taring : berfungsi untuk mengoyak dan mencabik makanan
c.       Gigi premolar dan molar : berfungsi untuk menggiling dan menghaluskan makanan
        Jumlah gigi anak : 20 buah
        Jumlah gigi permanen : 32 buah
        Gigi permanen : terdapat 4 macam gigi = in sisivus, caninus, premolar, molar
        Gigi decidui : terdapat 3 macam gigi = insisivus, caninus, molar
        Yang termasuk gigi anterior atau gigi depan adalah : gigi insisivus/gigi seri dan caninus dan gigi posterior adalah : gigi premolar dan gigi molar.

C.      Gigi Berlubang / Karies
Gigi berlubang atau karies gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi dan menyebabkan gigi berlubang serta rasa sakit pada gigi. Faktor-faktor yang mempengaruhi :
  Host : gigi
  Agent : bakteri plak
  Environtment : substrat/ makanan yang mengandung gula
  Time : waktu

D.      Karang Gigi
karang gigi adalah endapan mineralisasi dari bakteri plak yang terbentuk  pada permukaan gigi ditandai dengan permukaan kasar.

E.       Cara menjaga Kesehatan gigi dan Mulut
  Gosok gigi secara benar dan teratur 2 kali sehari yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. lama menyikat gigi 2-3 menit
  Gunakan benang gigi/dental flossing dan obat kumur
  Penggunaan fluoride
  Mengurangi makanan manis dan lengket
  Makan makanan yang berserat
  Berkunjung ke dokter gigi 6 bulan sekali
Memilih sikat gigi yang benar :
  Pilih gagang lurus
  kepala sikat sesuai dengan mulut
  bulu sikat halus
  3 bulan sekali mengganti sikat gigi
Memilih odol yang :
  daya bersih yang bagus
  rendah daya abrasif
  tidak mengiritasi gusi
  bau enak
  mudah digunakan
  sensasi segar
Cara menyikat gigi : sikat seluruh permukaan gigi dan lidah
Bersihkan semua bagian gigi Anda dengan langkah sebagai berikut:
  Bersihkan permukaan gigi bagian luar yang menghadap ke bibir dan pipi dengan menggunakan teknik modifikasi Bass. Mulai pada rahang atas terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan yang rahang bawah.
  Bersihkan permukaan kunyah gigi pada lengkung gigi sebelah kanan dan kiri dengan gerakan maju mundur, atau mungkin boleh juga dengan sedikit diputar sebanyak 10-20 kali gosokan juga. Lakukan pada rahang atas terlebih dulu lalu dilanjutkan dengan rahang bawah. Bulu sikat gigi diletakkan tegak lurus menghadap permukaan kunyah gigi
  Bersihkan permukaan dalam gigi yang menghadap ke lidah dan langit-langit dengan menggunakan teknik modifikasi Bass untuk lengkung gigi sebelah kanan dan kiri. Untuk lengkung gigi bagian depan dapat Anda bersihkan dengan cara memegang sikat gigi secara vertikal menghadap ke depan. Lalu gunakan ujung sikat dengan gerakan menarik dari gusi ke arah mahkota gigi. Lakukanlah pada rahang atas terlebih dulu dan dilanjutkan dengan rahang bawah.
  Sikat pula permukaan lidah untuk membersihkan bakteri yang berada di permukaan lidah. Permukaan lidah yang kasar dan berpapil membuat bakteri mudah menempel di sana. Selain dengan sikat gigi, Anda juga bisa membersihkan lidah menggunakan sikat lidah. Lidah yang bersih juga akan membuat mulut Anda terasa lebih segar.
    Kelengkapan gizi agar diperhatikan :
·         Vit D  : Kekokohan tulang dan gigi
·         Kalsium : agar gigi Kuat terhadap kerapuhan
·         Fluor : Ketahanan gigi terhadap asam
·         Vit C : Ketahanan gusi terhadap iritasi

Materi UKS: Teknik Cuci Tangan

  1. Basahi kedua telapak setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap lalu gosok kedua telapak secara lembut.
  2. langkah pertama
  3. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian, jangan terburu-buru.
  4. langkah kedua
  5. Jangan lupa jari-jari anda, gosok sela-sela jari hingga bersih.
  6. langkah ketiga
  7. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkannya.
  8. langkah keempat
  9. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
  10. langkah kelima
  11. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
  12. langkah keenam
  13. Bersihkan kedua pergelangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu.
  14. langkah ketujuh

Penggunaan sabun khusus cuci tangan baik berbentuk batang maupun cair sangat disarankan untuk menghilangkan kuman maupun bakteri secara maksimal. 

7 langkah mencuci tangan di atas umumnya membutuhkan waktu 15 – 20 menit. Pentingnya membersihkan bagian tubuh ini secara baik dan benar memakai sabun adalah agar kebersihan terjaga secara keseluruhan serta mencegah kuman bakteri berpindah dari telapak tangan ke dalam tubuh anda.

Materi UKS: Sampah


Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Menurut UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan.
Sumber Sampah :
Sampah dari pemukiman penduduk pada suatu pemukiman biasanya sampah dihasilkan oleh suatu keluarga yang tinggal disuatu bangunan atau asrama. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya cendrung organik, seperti sisa makanan atau sampah yang bersifat basah, kering, abu plastik dan lainnya.
Sampah dari tempat-tempat umum dan perdagangan tempat tempat umum adalah tempat yang dimungkinkan banyaknya orang berkumpul dan melakukan kegiatan. Tempat-tempat tersebut mempunyai potensi yang cukup besar dalam memproduksi sampah termasuk tempat perdagangan seperti pertokoan dan pasar. Jenis sampah yang dihasilkan umumnya berupa sisa-sisa makanan,sayuran busuk, sampah kering, abu, plastik, kertas, dan kaleng-kaleng serta sampah lainnya.
Jenis-jenis Sampah
Sampah organic, adalah sampah yang dihasilkan dari bahan hayati misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain kertas, karet dan plastik), tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting. 
Sampah Anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati. Sampah anorganik dibedakan menjadi : sampah logam dan produk-produk olahannya, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca dan keramik, sampah detergen. Sebagian besar anorganik tidak dapat diurai oleh alam/ mikroorganisme secara keseluruhan (unbiodegradable). Sementara, sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan kaleng, (Gelbert dkk, 1996).
Berdasarkan wujud atau bentuknya dikenal tiga macam sampah atau limbah yaitu : limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Contoh limbah cair yaitu air cucian, air sabun, minyak goreng sisa, dll. Contoh limbah padat yaitu bungkus snack, ban bekas, botol air minum, dll. Contoh limbah gas yaitu karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), HCl, NO2, SO2 dll.

Menurut Gelbert dkk (1996) ada tiga dampak sampah terhadap manusia dan lingkungan yaitu:
a. Dampak terhadap kesehatan
Penyakit diare, kolera, tifus, penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit), penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk kedalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
b. Dampak terhadap lingkungan
Cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesien akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang di buang kedalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini pada konsentrasi tinggi dapat meledak.
c. Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi
Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan (untuk mengobati kerumah sakit).
Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya dijalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.

Pengelolaan Sampah
Menurut Departemen Pekerjaan Umum Kota Semarang (2008), meliputi:
Reuse (menggunakan kembali) yaitu penggunaan kembali sampah secara langsung,baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain.
Reduce (mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah.
Recycle (mendaur ulang) yaitu memanfaatkan kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan.

Teknik Pengolahan Sampah

Pengelolaan sampah adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam menangani sampah sejak ditimbulkan sampai dengan pembuangan akhir. Secara garis besar, kegiatan di dalam pengelolaan sampah meliputi pengendalian timbulan sampah, pengumpulan sampah, transfer dan transport, pengolahan menjadi karya seni dan pembuangan akhir

Materi UKS: Jajanan Sehat

Jajanan-jajanan yang ada di sekolah memang sangat menarik bagi anak, namun tak sedikit yang berbahaya bagi kesehatan mereka. Mi instan, gorengan, ‘sosis-sosisan’, nugget, cilok dengan cocolan saus, cimol ditaburi bubuk oranye, minuman sachet siap olah, snack gurih yang mengandung MSG, dll. Itulah kira-kira macam-macam jajanan yang ditemukan di sekolah-sekolah sekarang ini. Harganya pun sangat murah sehingga anak semakin tertarik untuk mencoba.
Semua keasyikan itu sebenarnya berbanding terbalik dengan kualitas jajanan. Selain enak di lidah, jajanan-jajanan tadi juga dihargai murah. Namun, sudah dipastikan dapat membahayakan kesehatan anak, baik dari segi keamanan komposisinya maupun kebersihannya.
Masalah yang satu ini bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan orangtua murid saja. Walaupun lokasinya ada di sekolah dan sekitarnya, pemerintah juga mengemban tugas dalam mengawasi makanan maupun minuman yang disediakan bagi anak di sekolah. Pemerintah itu sendiri mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, bahkan sampai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).Adapun, untuk memperbaiki kualitas jajanan dan kantin sekolah, BPOM telah menggagas aksi nasional yang disebut dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

Materi UKS: PHBS Sekolah

PHBS adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah yang merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Munculnya sebagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 11-15 tahun), ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS disekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pedekatan usaha kesehatan Sekolah (UKS). PHBS disekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau dan mampu mempraktikan PHBS, dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.

Tujuan PHBS
  1. Menyuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun.
  2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah.
  3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
  4. Olahraga yang teratur dan terukur.
  5. Memberantas jentik nyamuk.
  6. Tidak merokok di sekolah.
  7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan.
  8. Membuang sampah pada tempatnya.

Sasaran PHBS Sekolah
  1. Siswa
  2. Guru dan kepala sekolah
  3. Masyarakat lingkungan sekolah

Manfaat PHBS Bagi Siswa :
  1. Setiap siswa menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
  2. Anak tumbuh sehat dan cerdas.
  3. Lingkungan sekolah asri, bersih dan nyaman.
  4. Menciptakan kantin sehat

Peran leader PHBS di sekolah
  1. Membentuk tim kelompok kerja, seperti PKPR atau PRS
  2. Pembuatan kebijakan PHBS di sekolah, seperti pembuangan sampah dan jum'at bersih
  3. Penyiapan infrastrukutur, seperti ruang UKS
  4. Melakukan pendataan pada buku kader.
  5. Melakukan sosialisasi PHBS kesehatan kepada setiap siswa
  6. Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya Ber-PHBS.
  7. Memantau kemajuan dan evaluasi pencapaian PHBS di sekolah
  8. Melibatkan pihak terkait seperti Puskesmas maupun PMI

Ruang UKS

Ruang UKS berfungsi sebagai tempat untuk penanganan dini peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan di sekolah. Luas minimum ruang UKS adalah 12 meter persegi. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor  24  Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah, perlengkapan ruang UKS terdiri dari :
Perlengkapan di atas diperuntukkan UKS bagi tiap satuan pendidikan baik SD, SMP maupun SMA.

Peralatan dan Obat UKS

Adapun peralatan dan obat P3K biasanya terdiri dari :      
A. Peralatan
  1. Buku Petunjuk P3K
  2. Pembalut segi tiga (mitella), Paling sedikit 2 buah
  3. Pembalut biasa ukuran 2 cm, 5 cm ( terutama) dan 10 cm
  4. Kasa steril, 1 dos
  5. Kapas putih, 50-100 gram
  6. Snelverband (pembalut gulung yang sudah ditambah dengan kasa penutup luka) 1 buah
  7. Plester
  8. Plester cepat (Tensoplastdan sebagainya)
  9. Sofratulle
  10. Bidai
  11. Gunting perban
  12. Pinset
  13. Kertas Pembersih (kleenix, cleaning tissue)
  14. Sabun
  15. Lampu senter
  16. Pisau lipat
  17. Pipet     

 B. Obat-obatan
  1. Obat pelawan rasa sakit ( asetosal, antalgin dan sebagainya)
  2. Obat sakit perut lainnya ( papaverin, SG, dan sebagainya )
  3. Norit
  4. Obat antialergi (antihisaminika)
  5. Amoniak cair 25% (untuk membangunkan yang pingsan)
  6. Mercurochroom
  7. Obat tetes mata (larutan Sulfas Zinicii 0,5 % - 2%)
  8.  Salep
  9. Obat gosok / balsem
  10. Larutan Rivanol 1/1000. Sebanyak 500cc
  11. Antiseptika lainnya (betadine, Phisohex, Dettol)
  12. Antasid (obat maag)
  13. Ephedrine (untuk sesak napas dan alergi)
  14. Diazepam rektal untuk kejang demam

Makna UKS


Makna Logo UKS
SEGITIGA SAMA SISI
Menggambarkan 3 program pokok UKS (Trias UKS):
  1. Pendidikan Kesehatan
  2. Pelayanan Kesehatan
  3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
LINGKARAN
Menggambarkan bahwa program UKS dilaksanakan secara terpadu oleh seluruh sektor terkait.
TULISAN UKS, YANG DITULIS SECARA VERTIKAL dan HORIZONTAL
Menggambarkan bahwa UKS dilaksanakan mulai dari TKA/RA sampai SLTA/MA, serta dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah/Madrasah sampai pusat secara terkoordinasi baik antara sekolah dengan Tim Pembina, Tim Pembina UKS di bawahnya dengan yang di atasnya maupun antar sesama Tim Pembina UKS yang sejajar.

Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah
Trias UKS
  • Pendidikan Kesehatan
  • Pelayanan Kesehatan
  • Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
Umum
Meningkatkan prestasi belajar peserta didik melalui Peningkatan derajat Kesehatan
Khusus
  • Menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat
  • Meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan membentuk perilaku masyarakat sekolah yang sehat
  • Memelihara Kesehatan, mencegah dan menyembuhkan Penyakit serta memulihkan Kesehatan masyarakat sekolah

Prinsip Kegiatan UKS


Prinsip Pengelolaan UKS :

1. Mengikutsertakan     peran     guru,     peserta     didik, karyawan sekolah, Komite Sekolah.
2. Kegiatan    yang    terintegrasi,    dengan    pelayanan kesehatan  menyeluruh  dalam  rangka  meningkatkan kesehatan peserta didik.
3. Melaksanakan  rujukan,  dengan  mengatasi  masalah kesehatan  yang  tak  dapat  diatasi 
Puskesmas atau rumah sakit.
4. Kolaborasi tim, dengan melibatkan kerja sama lintas sektoral dengan pembagian tugas pokok dan fungsi yang jelas

Kegiatan UKS :
1. Pemeriksaan periodik berat badan dan tinggi badan,
2. Pemeriksaan      kesehatan      (kehatan gigi dan mulut/gosok  gigi),  mata  telinga  dan  tenggerokan, kulit dan rambut)
3. Pengobatan sederhana,
4. Rujukan
5. Pembinaan  sarana  keteladanan  gizi,  seperti  kantin sekolah.
Instagram
 
Partner : PMI TangSel | Puskesmas Sawah Baru | KSR UIN Jakarta
Copyright © 2016. PMR GAHITA - All Rights Reserved
FB/Instagram/Twitter/Youtube: pmrgahita
WA/SMS: 081219606358 | Email: pmrgahita@gmail.com